NGANJUK - Gerakan kembali ke Alam mulai menjadi frasa paling penting dalam menghadapi perubahan Iklim. Pengurangan pupuk Kimia, serta Penge...
NGANJUK - Gerakan kembali ke Alam mulai menjadi frasa paling penting dalam menghadapi perubahan Iklim. Pengurangan pupuk Kimia, serta Pengelolaan Sampah dengan memanfaatkan limbah dedaunan untuk diolah menjadi kompos, menjadi salah satu aksi paling nyata untuk segera dilakukan
Di tengah krisis masalah sampah yang kini dihadapi Kab.Nganjuk, MIN 3 Nganjuk mulai bergerak untuk menjadi institusi pendidikan yang mengedepankan aspek Lingkungan. Hal ini nampak dari kegiatan pembinaan pengolahan sampah dan edukasi nutrisi tanaman yang digelar pada Rabu, 15 Juli 2026
BACA JUGA :
- SMADA Nganjuk Gelar Workshop Sampah dan Edukasi Nutrisi Organik
- Sekolah Adiwiyata, MIN 7 Nganjuk Gelar Workshop Nutrisi Organik
Penyuluh Dinas Lingkungan Hidup Kab.Nganjuk, Junaidi Zain, S.T mengatakan pelatihan ini menjadi salah satu agenda strategis dalam rangkaian pembinaan dari DLH Nganjuk untuk memberikan pendampingan kepada sekolah penerima Adiwiyata di Kab. Nganjuk.
Ditambahkannya, dalam kegiatan ini MIN 3 juga diberikan pendampingan untuk pengisian Aplikasi SIDIA yang menjadi syarat utama penilaian Adiwiyata, sebuah penghargaan bergengsi bagi institusi pendidikan yang telah berkontribusi dalam aksi peduli lingkungan.
BACA JUGA :
- IT Camp Pelestari : Edukasi GenZ dalam Literasi Melawan Perubahan Iklim
- Delegasi Pelestari Kawasan Wilis Lolos Kader Konservasi Alam tingkat Pemula
"Sejauh ini, MIN 3 telah berhasil mewujudkan ekosistem belajar yang bersih, asri, dan berkelanjutan" tandasnya
Sementara itu, Ketua Pelestari Kawasan Wilis, Tofan Ardi mengatakan pembinaan pengolahan sampah dan edukasi nutrisi tanaman yang disampaikan dapat memberikan perspektif "proklim" kepada peserta didik. Selama pelatihan berlangsung, para siswa diajak untuk mengenal kandungan nutrisi yang ada pada tanaman di sekitar sekolah
BACA JUGA :
- Perkawis Ajak Mahasiswa Ikut Aksi Lawan Perubahan Iklim
- Perkawis Gelar Pelatihan Nutrisi Organik Dorong Pertanian Rendah Emisi
"Spirit pengurangan sampah itu selaras dengan gerakan kembali ke alam, artinya saat kita hendak mengembalikan fungsi tanah, maka tidak perlu pupuk kimia. Cukup menggunakan kompos dari bahan dedaunan yang ada disekitar sekolah" Ujarnya
Langkah kecil pengolahan sampah organik ini, diharapkan mampu mengurangi timbunan sampah organik, sehingga kedepan Sekolah mampu mengelola sampah secara mandiri . (*)


