Sebanyak 300 batang pohon ficus berhasil ditanam di sepanjang tepian sungai kawasan Hutan RPK Tritik 1B, KPH Tritik Nganjuk, hutan Plawon, M...
Sebanyak 300 batang pohon ficus berhasil ditanam di sepanjang tepian sungai kawasan Hutan RPK Tritik 1B, KPH Tritik Nganjuk, hutan Plawon, Minggu, 1 Februari 2026.
Diinisiasi Pelestari Kawasan Wilis (Perkawis) dan sang tokoh ficus Nganjuk Agus Sumarlin, aksi tanam ini sebagai gerakan serius pemulihan mata air.
Tofan Ardi Ketua Perkawis, menyampaikan bahwa kegiatan penanaman pohon ini akan dijadwalkan sebagai agenda tetap setiap tahun. Selain untuk menjaga penghijauan, kegiatan ini juga diharapkan mampu menahan aliran air dan membentuk sumber mata air baru.
“Kita ingin upaya ini tidak hanya sebentar, melainkan berkelanjutan sepanjang tahun. Tujuan utamanya bukan hanya hijau, tapi juga mengatasi permasalahan sumber daya air,” ujarnya.
![]() |
| Aksi tanam lintas generasi di kawasan hutan kaki Gunung Pandan. (Foto: Suyono) |
Senada dengan itu, Agus Sumarlin menyampaikan sumber mata air wajib dilestarikan dengan sungguh-sungguh. Sehingga saat musim kering ada sumber air sebagai penghidupan.
“Mata air itu ibarat manusia, jika kita openi (memelihara), dia akan juga ngopeni kita. Artinya sumber mata air yang kita rawat akan terus lestari, sehingga terus bisa berdampingan dalam kehidupan kita,” ujar Sang Pejuang Sunyi, begitu rekan-rekan menyapanya.
Ia menambahkan, menanam ficus sudah dilakukan sejak 2018. Secara mandiri dan konsisten tanpa merepotkan orang lain.
“Saya menanam ficus dengan senang hati sejak lama, tanpa merepotkan orang lain. Tujuan saya hanya satu yakni, hutan tetapi hijau dan mata air lestari,” pungkas pria yang akrab disapa Amar ini.
Penanaman ficus secara bersama di kaki Gunung Pandan menjadi kegiatan pertama pada tahun ini dengan mencakup wilayah tanam kurang lebih sepanjang 2 kilometer.
Arjuna Suwito (kiri bawah) Asper BKPH Tritik KPH Nganjuk dan tim saat turut serta menanan ficus. (Foto: Suyono)
Dikesempatan yang sama, Arjuna Suwito Asper BKPH Tritik Nganjuk, mengungkapkan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, pohon ficus sangat sesuai dengan kondisi di kawasan tersebut. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk turut berperan dalam melestarikan hutan.
“Sumber mata air yang semakin berkurang bisa menyebabkan kesulitan bagi masyarakat saat musim kemarau tiba, bahkan berpotensi memicu kekeringan di berbagai wilayah. Penanaman ficus sangat sesuai dengan kondisi lingkungan. Dengan kegaiatn ini semoga makin banyak masyarakat yang ikut serta menjaga kelestarian alam,” ucapnya.
Hadir perwakilan generasi muda dari Universitas PGRI Mpu Sindok turut serta dalam kegiatan. Elsa Festira, Ketua Umum Mapala Duta Wilis, menyatakan bahwa mahasiswa memiliki kewajiban untuk terlibat dalam menjaga kelestarian sumber mata air sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap lingkungan.
“Kami generasi muda juga mempunyai tanggungjawab melestarikan alam. Keterlibatan kami hari ini sebagai bukti mahasiswa juga wajib mempunyai peran membuat alam lebih bagus dan lebih lestari lagi,” ujarnya.
Menanam pohon Ficus (beringin, loa, dan sejenisnya) mempunyai manfaat besar, seperti konservasi lingkungan hingga kesehatan. Dari data yang ada, pohon ini efektif sebagai penyerap karbon dan penghasil oksigen, peneduh yang menyejukkan pekarangan, penjaga mata air, serta pencegah erosi. Selain ekologis, banyak spesies Ficus digunakan sebagai tanaman hias estetik, bonsai, dan bahan obat tradisional. (Yon)


